Pemprov Papua Sekolahkan Ratusan Anak Papua di 11 Negara

JAYAPURA – Kepala Badan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Papua, Zakharias Giay, M,Kes.,M.M mengatakan pemerintah Provinsi Papuaterus melakukan upaya demi upaya untuk meningkatksan kulitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) nya di berbagai bidang di siplin ilmu. Dimana saat ini, Pemerintah Provinsi Papua tgelah mebiayai kurang lebih 55 orang yang disekolahkan di berbagai perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri. Dan untuk luar negeri, anak-anak Papua di sekolahkan di 11 Negara, yang jumlahnya sekitar 250 lebih anak Papua. Dijelaskannya, program tersebut di khususkan untuk program Strata Satu (S1)dimana, Mekanisme dan prosudur adalah anak-anak SMA kelas 1, 2 dan 3, yang unggul di ambil dan di kirim ke berbagai tempat, dan yang memenuhi syarat, kemudian dikirim ke luar negeri untuk bersekolah. Ditambahkan, mereka yang disekolahkan itu, difokuskan pada bidang disiplin ilmu sains dan teknologi. Pasalnya kedua bidang ilmu tersebut masih sangat minim di Papua. Dan kedepannya tanah Papua membutuhkan banyak ilmu yang handal untuk membangun Papua.

Afirmasi Asal Wamena Capai IPK 3,66

Jayapura- Nathalia Paragaye , gadis kelahiran Lambah Baliaem Wamena Papua, sdatu-satunya mahasiswa afirmasi asal Papua yang meraih nilai yang terbaik dengan indeks prestasi (IP) 3,66. Ia yang kuliah di pendidikan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Semarang itu, menurut catatan monitoring dan evaluasi UP4B telah menunjukan prestasi dengan nilai tertinggi disbanding mahasiswa program afirmasi pada semester II Angakatan Tahun 2012. Nathalia tercatat, satu di antara 500 mahasiswa putra-putri yang di ikuti program afirmasi pendidikan tinggi (ADIK) yang diselenggarakan Dikjen Dikti Kemendikbud angakatan pertama yang kini telah menjalani kuliah di 32 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. “ Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi saya, dan saya ingin tunjukan bahwa mahasiswa asal Papua bisa menjadi yang terbaik, “ tegasnya. Gadis berusia 19 tahun, anak dari 5 bersaudara keluarga Bertholomoeus Paragaye, berjanji akan manfaatkan kesempatan program ini dengan penuh tanggung jawab. Bentuk tanggung jawab itu adalah member yang terbaik bagi diri, orang tua dan semua pihak yang telah memberi kesempatan untuk kuliah di kampus yang terbaik ini. Nathalia, dari Lembah Baliem Wamena Papua, bercita-cita menjadi konsultan dan kontrator. Sementara itu, Bartelomoeus Paragaye , ayah dari Nathalia ketika hubungi via telepon seluler mangatakan, bersyukur atas keberhasilan anaknya dalam raih IP terbaik sesame mahasiswa afirmasi asal Papua. Jarak tempat orang tua bertugas di Pengunungan Bintang dengan tempat kuliah Nathalia, Bukan menjadi hambatan untuk bisa saling berkomonikasi.

PEMBANGUNAN SDM BELUM PENGARUHI KE3MANDIRIAN MASYARAKAT

JAYAPURA – Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi pembangunan SDM di Papua, baik dari segi pengembangan maupun peningkatan kualitas, meski telah menampakan hasil-hasil yang membaik, namun ternyata belum banyak memberikan pengaruh bagi tumbuhnya kemandirian dan akses maeyarakat dalam pembangunan. Oleh sebab itu, saya sampaikan konsep pembangunan SDM sering diartikan sangat sempit, yakni sekedar soalpeningkatan kapasitas manusia saja, hal itu merupakan komponen kecil dan sempit dari pengertian pembangunan SDM itu sendiri”, Ungkap Gubernur dalam sambutannya dibAcakan Kepala Badan Pengelola Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua, Zakharias Giay dalam Rakornis Perencenaan Pengembangan SDM Papua di swissbell Hotel Papua, Rabu (27/11). Dengan demikian, lanjut Gubernur, perencanaan dan pengembangan SDM diarahkan pada dua sisi yakni pertama peningkatan kapabilitas dan kapasitas aspek kognitif, efektif dan psikomotorik penduduk seperti perbaikan status kesehatan, tingkat pendidikan dan keterampilan, kedua pemanfaatan kapabilitas dan kapasitas aspek kognitif dan psikomotorik untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif, kultural sosial dan politik. Oleh karena itu, ujar Gubernur pembangunan SDM harus direncanakan secara menyeluruh, terarah dan terpadu diberbagai bidang mencangkup perbaikan kesehatan, perbaikan cizi, pendidikan, pelatihan dan penyediaan lapangan kerja serta menciptakan kesempatan berusaha bagi tenaga kerja produktif.

BP SDMPAPUA PROVINSI PAPUA Berikan Bantuan Ke Sekolah Papua Harapan

JAYAPURA – Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan pendidikan sekaligus membentu kebutuhan sehari-hari saat menimba ilmu di Sekolah Papua Harapan, BP SDM Papua-secara simbolis menyerahkan bantuan dana kepada anak-anak terpencil di pedalaman yang bersekolah di Sekolah Papua Harapan. Plt. Kabid Pengmbangan SDM Papua, Drs. Sonny Kafiar, M.Si berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak selama melakukan pendidikan di Sekolah Papua Harapan. “Bantuan ini diperuntukan kepada operasional sehari-hari anak-anak Papua yang bersekolah di Sekolah Papua Harapan. Setiap anak mendapatkan bantuan sebesar Rp. 1 juta setiap bulannyadan Rp 12 juta setiap tahunnya”ungkapnya kepada wartawan usai memberikan secara simbolis bantuan tersebut di ruang pertemuan Kantor BP.SDM Papua, Salasa (12/11). Total dana yang diserahkan sebesar Rp. 164 juta. Harapannya bantuan ini sebagai penyemangat bagi anak-anak Papua yang lain dan pemerintah kabupaten/kota untuk lebih fokus membangun dan membina SDM. Dengan demikian, dana ini bisa memberikan motivasi untuk anak-anak Papua bahwa mereka juga mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah,”imbuhnya. “Kami sangat bersykur bahwa Pemerintah Provinsi Papua masih memberikan perhatian kepada anak-anak yang dari pedalaman dan daerah terpencil untuk bersekolah di Papua Harapan, ujar Pendiri Sekolah Papua Harapan Wiley yang juga Regional Director Mission Aviation Fellowship. Seluruh siswa sekarang jumlahnya 148 orang untuk tingkat TK sampai SD dan setiap tahun kami menerima siswa TK,”tandasnya (nal/tho)

GUBERNUR : IPM Papua Meningkat

BIAK – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan lima indikator peningkatan nilai ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal diantara indek pembanguna manusia (IPM) meningkat dari 65,36 menjadi 70 serta presentase penduduk miskin. Bahkan laju pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata 7 persen, PDRB perkapita dari 24,54 juta menjadidi atas 30 juta dan tingkat koneksitas antar daerah semakin meningkat, kata Gubernur Papua dalam sambutan tertulis dibacakan Bupati Yusuf Melianus Maryen pada Raker Teknis Pertanis dan Tanaman Pangan di Biak, Selasa (12/11/2013). Dikatakan, selama periode 10 tahun terakhir hingga 2011 pertumbuhan PDRB Papua mengalami pertumbuhan positif 1,79 pertahun serta PDRB sector pertanian 3,90 persen.

BANGUN KAWASAN PRODUKTIF DI PAPUA, BP SDM PAPUA SEMINARKAN PENGEMBANGAN SDMNYA

Bertempat di Aula BP SDM Papua, Rabu 6 Nopember 2013, dilangsungkan Seminar Akhir ”Kajian Pengembangan Keunggulan SDM Papua untuk Mempercepat Pembangunan Kawasan Produktif di Provinsi Papua”. Hadir sebagai pemateri Bpk. Randy Wrihatnolo dari Kementrian Koordinator Perekonomian Rakyat dan Ibu Mahatmi dari Bappenas RI. Seminar yang dibuka oleh Ibu Myrna N. Salamepessy, mewakili Kepala Badan Pengelola SDM Papua, menyampaikan bahwa seminar ini dimaksudkan untuk melengkapi data dan kajian terkait dengan bagimana mendetilkan lagi pengembangan SDM Papua, yang sebelumnya telah dimulai dengan kajian pengembangan daya saing pada tahun 2012 lalu. Sedangkan dari pemateri Bpk Randy Wirhatnolo, menguraikan dengan gamblang dan jelas kebutuhan SDM Papua ketika akan mengisi sentral-sentral pengembangan ekonomi yang telah ditetapkan oleh Pemeritah Pusat, dimana Papua telah ditetapkan sebagai wilayah Pengembangan Ekonomi Koridor IV bersama Maluku dan Papua Barat. Sedangkan Ibu Mahatmi, lebih khusus lagi menyampaikan langkah-langkah untuk mempercepat keunggulan SDM tersebut, dengan merekomendasikan beberapa PT dalam dan luar negeri untuk kepentingan pendidikan atau sekedar magang, guna mempercepat pengembangan daya saing SDM Papua khususnya anak-anak asli Papua.

Pendidikan Di Papua Masih Jauh Tertinggal

MANOKWARI-Pendidikan di tanah Papua hingga kini masih jauh tertiggal, hal ini akibat masih minimnya Perhatian Pemerintah Daerah Provinsi Papua dan Papua Barat dalam mengelola pendidikan. Hal ini di ungkapkan Officer Unicef Bidang pendididikan wilayah Papua dan Papua Barat Sri Karnike pada Koran ini Sabtu (28/9). ” Dari hasil laporan penelitian lapangan yang dilakukan baik daerah pesisir maupun dan pedalaman masih banyak sarana pendidikan sama sekali tidak ada. Ini karena perhatian pemerintah yang sangat minim ,” Ucapannya. Disamping sarana pendidikan yang minim, tunjangan guru berupa insetif dan jatah makanan tidak disalurkan denagn baik. Sedangkan banyak sekali sumber dana yang diberikan pemerintah pusat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Papua maupun Papua Barat, “ Untuk dana Otsus saja sekitar 30 persen di diperuntukan bagi pendidikan, tetapi kenyataan tidak seperti yang di rasakan guru yang berbeda di pedalam akibat kurang meratanya penyaluran dana, yang berdampak buruk bagi kualitas atau mutu siswa di wilayah pedalaman manjadi sangat berbeda.”ujarnya. Sri menuturkan, untuk saat ini Provinsi Papua sudanh mulai mengalami perubahan. Sejak dilantiknya Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat ini berbagai program yang dilakukan lebih berpihak kepada daerah yang sulit dijangkau, salah satu program gubernur yang berkaitan dengan Otsus ini sangat mambantu pendidikan di daerah pedalaman. Unicef akan mengumpulkan stakeholder di Provinsi Papua Barat agar bisa mengkatkan kualitas pendidikan di daerah pedalamn, karena apabila pendidikan tidak di perhatikan maka provinsi tersebut terjadi belum di katakan berhasil.

Program Bhay-Cil Disarankan Masuk Mulok

Kapolda Papua Irjen (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, M.a., Pd.H disarankan berkolaborasi bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, Kabupaten/kota memasukam Program Bhay-Cil dalam kurikulum Muatan Lokal (Mulok) diseluruhsekolah di Papua dan Papua barat. Gubernur Papua Lukas Enembe, S.I.P.,M.H., menyatakan aksi Bhay-Cil mempesona. Bahkan dia juga menyakini para anak Bhay-Cil bisa langsung diterima menjadi anggota Porli tanpa melalui seleksi. Kepala Bidang Mutu Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Papua, Marten Kuwissy menuturkan, program Bhay-Cil adalah salah satu kurikulum pendidikan karekter dari Kementrian Pendidikan, yang selama ini di terapkan di sektor pendidikan atau satuan pendidikan sekolah mulai dari PAUD, TK hingga SMA/SMK dan Pendidikan Khusus, melalui jalur pendidikan telah dibantu instansi lain diluar instansi pendidikan itu sendiri

Pemprov Dorong Pengembangan Pendidikan Tinggi

JAYAPURA- Selain pengembangan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu, Pemerintah Provinsi Papua mendorong adanya pengembanan pendidikan tinggi di Provinsi Papua agar memperoleh perhatian sebagian dari pengembangan sistem secara keseluruhan. “Kami juga memberikan perhatian serius pengembangan pendidikan tinggi ini dalam rangka mendorong SDM Papua yang berkualitas,” kata Asisten Bidang Umum Setda Papua, Reky Ambrauw, S.Sos, MSi mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH usai menghadiri Wisuda Stisipol Silas Papare di Hotel Sahid Papua, akhir pekan kemarin. Pihaknya menghimbau kepada seluruh perguruan tinggi agar senantiasa berjuang, bekerja keras dan harus bersaing secara sehat melakukan kerjasama dengan para stakeholder baik dalam negeri maupun luar negeri untuk mewujudkan tanggung jawab moralnya dibidang pendidikan tinggi, terutama dalam peningkatan kualitas sesuai dengan tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ditambahkan, dalam UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua peran Pemprov Papua akan memberikan dukungan yang maksimal baik secara moril maupun secara materil sejauh kemampuan yang ada dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini.

PAPUA PROVINSI KE-6 LAUNCHING DATABASE MDGs.

JAYAPURA- Provinsi Papua menjadi provinsi ke-6 di Indonesia yang telah melaunching Database MDGs (Millenium Developemnt Goals) Program Pembangunan dan P3BM (Pro Poor Planning Budgeting dan Monitoring). Dalam launching tersebut, ditandai dengan penyerahan master Database MDGs Program Pembangunan dan P3BM Info dari Kasubid Analisas Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Bappenas RI, Moris Nuami kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MHum. Didamping Ketua DPRP, Deerd Tabuni, SE, MM, Ketua MRP, Timotius Murib dan Ketua Tim P3BM Bappenas, DR. La Ega di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua. Launching ini merupakan kerjasama Bappenas RI dengan Pemerintah Provinsi Papua melalui Bappeda Provinsi Papua. Provinsi Papua merupakan provinsi ke-6 dari seluruh Indonesia yang menerapkan sistem informasi pembangunan dan informasi tentang MDGs. Ungkap Kepala Bappeda Provinsi Papua, DR. Mohammd Musa’ad, M.Si. (Senin 21/20)